Pagi itu sangat cerah sekali. Aku berjalan
menuju ke luar rumahku. Ku coba untuk membuka pintu secara perlahan dan alhasil
aku melihat bunga mawarku berkembang begitu pesat layaknya sistem pembangunan
di Indonesia. Ayam mengumandangkan alarm dipagi itu pertanda mentari sudah
mulai muncul dari tempat persembunyiannya. Waktu itu aku sangat merasa asing
ketika melihat sosok orang yang bertubuh cungkring dating menghampiriku. Sambil
mengalihkan perhatian, aku mencoba untuk menyirami beberapa tanaman di depan
rumahku. Namun pengalihan tersebut tak berjalan dengan mulus. Dengan cepatnya
si cungkring itu dating menghampiriku.\
Permisi pak,
numpang tanya.. apakah anda tahu dimana letak sungai yang menyimpan sejuta
berlian? “tanya si cungkring itu”
Saya tidak tahu
pak, coba tanyakan pada orang disebelah (sambil menunjuk tetanggaku) “Ujarku”
Baiklah pak,
terimakasih “ucap si cungkring”
Ia pak,
sama-sama ( jawabku reflex)
Pemuda cungkring itupun pergi
meninggalkanku dengan sejuta tanamanku. Aku semakin penasaran tentang orang
asing ini. Aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri. Dari mana ia berasal?
Siapakah nama orang tersebut? aku tak tahu lagi harus bertanya kepada siapa.
Namun aku tak putus asa untuk
mencari tahu siapa dia. Aku bergegas untuk mengambil sepedah onthelku yang
sudah cukup lama berada di gudang penyimpanan barang bekas. Aku keliling di
kompleks ku yang cukup luas. Kira-kira seperempat dari kota Yogyakarta. Setiap
warga aku tanyai kenalkah dengan orang bertubuh kecil yang mencari sungai yang
menyimpan sejuta berlian. Padahal sepengatahuanku yang namanya berlian itu
hanya ada satu, dan itupun ajaib. Kalaupun kita memiliki berlian tersebut kita
bisa meminta apapun dan seketika itu akan dikabulkan oleh jin yang ada di dalam
berlian itu.
Aku menjumpai wargaku yang bernama
parto. Ya parto adalah salah satu tetanggaku yang sangat sering membuat
lelucon-lelucon basi. Sesampainya aku dirumah parto…
Hey bayu, ada
apa kamu kesini? Jangan-jangan kamu mau minta nomor telfon si Nur ya, biar kamu
bisa speak-speak dia tiap hari,, atau jangan-jangan kamu semakin naksir sama si
Nur itu? “ledek parto”
Apaan kamu ini,
to. Aku kesini Cuma mau memastikan aja, tadi ada orang yang bertubuh kecil (Kerdil) datang kemari tidak? Soalnya
dia dari rumahku juga tadi. “Ujarku”
Ohh.. dia. Orang
yang memilki tubuh kecil dan matanya sangat lebar itu? Dia tadi kesini.. namun
sekarang ia telah pergi kearah rumah pak RT. Soalnya tadi dia tanya dimana
sungai yang memiliki berjuta berlian. Nah, berhubung aku gak tau, ya kusuruh
aja dia ke rumah pak RT. Siapa tau, pak RT bisa kasih maps 2 ke arah sungai tersebut. “jawabnya dengan panjang
lebar”
Kamu ini selalu
saja mengada-ada ketika aku sedang serius bertanya. Aku rasa dia adalah orang
yang pandai bermain sastra. Ya meskipun dilihat dari postur tubuh sangat tidak
mumpuni sekali. “ujarku”
Ya mungkin dia
menggunakan perumpamaan sungai yang ada sejuta berlian itu untuk sekolah
ataupun pasar di desa sebelah. Atau mungkin dia orang gila yang tersesat ke
desa kita ini. Ya padahal polisi-tentara pun selalu menjaga keamanan desa kita.
Tapi ya kalau sudah kebobolan orang gila macam dia, mau jadi apa coba desa kita
ini. “ujarnya panjang lebar”
Oke kalau gitu,
aku akan pergi ke rumah pak RT. Kamu tunggu sini dulu, aku akan mencari tahu..
siapa sih dia yang sebenarnya.
No comments:
Post a Comment