Monday, May 7, 2018

Reflex


Pagi itu sangat cerah sekali. Aku berjalan menuju ke luar rumahku. Ku coba untuk membuka pintu secara perlahan dan alhasil aku melihat bunga mawarku berkembang begitu pesat layaknya sistem pembangunan di Indonesia. Ayam mengumandangkan alarm dipagi itu pertanda mentari sudah mulai muncul dari tempat persembunyiannya. Waktu itu aku sangat merasa asing ketika melihat sosok orang yang bertubuh cungkring dating menghampiriku. Sambil mengalihkan perhatian, aku mencoba untuk menyirami beberapa tanaman di depan rumahku. Namun pengalihan tersebut tak berjalan dengan mulus. Dengan cepatnya si cungkring itu dating menghampiriku.\
Permisi pak, numpang tanya.. apakah anda tahu dimana letak sungai yang menyimpan sejuta berlian? “tanya si cungkring itu”
Saya tidak tahu pak, coba tanyakan pada orang disebelah (sambil menunjuk tetanggaku) “Ujarku”
Baiklah pak, terimakasih “ucap si cungkring”
Ia pak, sama-sama ( jawabku reflex)
            Pemuda cungkring itupun pergi meninggalkanku dengan sejuta tanamanku. Aku semakin penasaran tentang orang asing ini. Aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri. Dari mana ia berasal? Siapakah nama orang tersebut? aku tak tahu lagi harus bertanya kepada siapa.
            Namun aku tak putus asa untuk mencari tahu siapa dia. Aku bergegas untuk mengambil sepedah onthelku yang sudah cukup lama berada di gudang penyimpanan barang bekas. Aku keliling di kompleks ku yang cukup luas. Kira-kira seperempat dari kota Yogyakarta. Setiap warga aku tanyai kenalkah dengan orang bertubuh kecil yang mencari sungai yang menyimpan sejuta berlian. Padahal sepengatahuanku yang namanya berlian itu hanya ada satu, dan itupun ajaib. Kalaupun kita memiliki berlian tersebut kita bisa meminta apapun dan seketika itu akan dikabulkan oleh jin yang ada di dalam berlian itu.
            Aku menjumpai wargaku yang bernama parto. Ya parto adalah salah satu tetanggaku yang sangat sering membuat lelucon-lelucon basi. Sesampainya aku dirumah parto…
Hey bayu, ada apa kamu kesini? Jangan-jangan kamu mau minta nomor telfon si Nur ya, biar kamu bisa speak-speak dia tiap hari,, atau jangan-jangan kamu semakin naksir sama si Nur itu? “ledek parto”
Apaan kamu ini, to. Aku kesini Cuma mau memastikan aja, tadi ada orang yang bertubuh kecil (Kerdil) datang kemari tidak? Soalnya dia dari rumahku juga tadi. “Ujarku”
Ohh.. dia. Orang yang memilki tubuh kecil dan matanya sangat lebar itu? Dia tadi kesini.. namun sekarang ia telah pergi kearah rumah pak RT. Soalnya tadi dia tanya dimana sungai yang memiliki berjuta berlian. Nah, berhubung aku gak tau, ya kusuruh aja dia ke rumah pak RT. Siapa tau, pak RT bisa kasih maps 2 ke arah sungai tersebut. “jawabnya dengan panjang lebar”
Kamu ini selalu saja mengada-ada ketika aku sedang serius bertanya. Aku rasa dia adalah orang yang pandai bermain sastra. Ya meskipun dilihat dari postur tubuh sangat tidak mumpuni sekali. “ujarku”
Ya mungkin dia menggunakan perumpamaan sungai yang ada sejuta berlian itu untuk sekolah ataupun pasar di desa sebelah. Atau mungkin dia orang gila yang tersesat ke desa kita ini. Ya padahal polisi-tentara pun selalu menjaga keamanan desa kita. Tapi ya kalau sudah kebobolan orang gila macam dia, mau jadi apa coba desa kita ini. “ujarnya panjang lebar”
Oke kalau gitu, aku akan pergi ke rumah pak RT. Kamu tunggu sini dulu, aku akan mencari tahu.. siapa sih dia yang sebenarnya.

No comments:

Post a Comment